A. Hal yang harus diperhatikan dalam lokasi penakar hujan :
1. Ketinggian penghalang di sekitar penakar.
Semakin tinggi penghalang, semakin jauh alat penakar hujan. Biasanya jarak minimal adalah sama dengan tinggi penghalang atau tinggi penghalanh 45 derajat di atas horizon di sekeliling penakar.
2. Kecepatan angin
Adanya tiupan angin yang kuat sehingga perlu dipasang jeruji.
3. Tinggi alat penakar dari tanah
Semakin tinggi alat penakar, semakin rendah curah hujan yang masuk ke alat.
B. Tipe penakar hujan
i. Tipe kolektor (observatorium)
ii. Tipe perekam data.
C. Pengamatan.
Dilakukan setiap pagi hari, satuan mm, diukur dengan gelas ukur. Semakin tinggi luas permukaan mulut penakar, semakin tinggi kecepatan data hujan yang diperoleh. Luas permukaan mulut penakar biasanya 100 cm persegi atau diameter mulut penakar 11,3 cm.
Cara menghitung transformasi volume hujan menjadi satuan tinggi air :
– volume air hujan yang diamati di gelas ukur = ¥ cm kubik.
– diameter mulut penakar = 11,3 cm.
– luas permukaan mulut penakar = 22/7 x (11,3)persegi/2 = 100 cm persegi.
– tinggi air hujan = ¥ cm kubik / 100 cm persegi = ¥ cm / 100 x ¥ mm / 10.
Penakar agar dicat metalik untuk mengurangi penyerapan radiasi, sehingga penguapan dapat ditekan.



