Holding BUMN Perkebunan (2)

Holding adalah penggabungan modal saham dari beberapa perusahaan ke dalam satu perusahaan induk (holding company) tanpa mengganggu eksistensi dari perusahaan tersebut sebagai suatu entity atau badan hukum.

Tujuan : membangun sinergi antar sesama perusahaan melalui perusahaan induk bagi kepentingan penyehatan perusahaan dan percepatan pertumbuhan.

Bentuk holding :
1. Operational holding : perusahaan. induk terlibat langsung dalam kegiatan operasional.
2. Strategic management holding : perusahaan induk tidak terlibat langsung hanya pada penetapan kebijakan strategis.
3. Investment holding : pengawasaan investasi dengan fungsi :
A. Menghimpun dana (fund raising) melalui pasar uang dan pasar modal.
B. Mengalokasikan dana kepada anak perusahaan.
C. Pemasaran hasil produksi dari anak perusahaan.
D. Menetapkan kebijakan strategis
E. Monitor pelaksanaan operasi setiap anak perusahaan dengan penetapan Key Performance Indikator (KPI)

Invesment Holding BUMN Perkebunan :
1. Holding menangani investasi, pemasaran, R&D
2. Holding menguasai mayoritas jumlah saham perusahaan di bawahnya.
3. Tahap pertama operating company tetap bekerja/beroperasi sesuai core business nya tetapi keputusan strategis diambil oleh holding.
4. Tahap kedua operating company akan dikelompokkan sesuai komoditas yaitu kelapa sawit, karet, gula dan aneka tanaman.
Tidak tertutup kemungkinan dua komoditas atau lebih disatukan dalam satu operating company.
Untuk mengakomodasi sebaran komoditas di berbagai wilayah, dimungkinkan setiap komoditas dibagi lagi sesuai wilayah. Misalnya kelapa sawit wilayah 1 dan wilayah 2.
Dimungkinkan dibentuk perusahaan untuk kepentingan khusus seperti perdagangan.
5.Perusahaan yang bergabung akan bekerja erat dan bersinergi satu sama lain sebagai operating company dibawah pengawasan dan kordinasi satu holding.

Karakteristik holding yang ditargetkan :
A. Berorientasi pada penciptaan nilai dengan kinerja finansial dan operasi setara kelas dunia.
B. Berorientasi pada pengembangan core competencies dengan fokus industri sekunder dan tertier (hilir).
C. Skala usaha dalam pendapatan, produksi, pemasaran dan pendanaan.
D. Usaha yang fokus dan terintegrasi.
E. Dipimpin oleh CEO kelas dunia dengan tim manajemen yang profesional, mandiri dan bebas dari intervensi politik.

Luas lahan BUMN Perkebunan berdasarkan komoditas :
1. Sawit
BUMN : 506.624
Plasma : 210.370,6
2.Karet
BUMN : 119.331
Plasma : 155.820
3. Tebu
BUMN : 91.213,1
Plasma : 142.581,9
4. Lain-lain
BUMN : 204.850
Plasma : 24.477,38
TOTAL
BUMN : 904.018
Plasma : 533.249,88

Sumber : BUMN track (Des/2010) hal.18&22

About Bily Aryadi

Apapun yang terjadi, Tetap SEMANGAATTT.....Euy...!!!
This entry was posted in Plantation. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *